Kelompok Tani Tenayan Indah Kecewa Terhadap Aparat Kepolisian

0Shares
Dok: Satpol PP Pekanbaru Bongkar Paksa Portal Kelompok Tani Tenayan Indah Yang Disaksikan Langsung Aparat Kepolisian

HALAMANINDONESIA, COM PEKANBARU –
Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau membongkar paksa portal yang dibangun secara swadaya oleh Kelompok Tani Tenayan Indah Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Ahad (20/9/2020).

Dok: Plt Satpol PP Gurning Negosiasi Kepada Pengacara Kelompok Tani Tenayan Indah Untuk Bisa Dibongkar Portal

“Portal yang kita bongkar paksa ini karena dibangun di atas lahan milik pemko dan mengganggu aktivitas pekerjaan proyek di PLTG,” ujar Plt Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru Gurning usai pembongkaran.

Dok: Kelompok Aksi Dorong Pihak Pemko Pekanbaru

Menurut dia, kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan perintah walikota Pekanbaru.

Eksekusi pembongkaran portal dilakukan puluhan aparat gabungan dari Satpol PP dan kepolisian di Lahan Kelompok Tani Tenayan Indah Jalan Panglima Jinbam Kelurahan Industri Tenayan Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.

Meski sempat menuai protes dan saling dorong dari Satpol PP dan aparat kepolisian dengan masyarakat kelompok tani tenayan indah, namun proses pembongkaran yang dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB tetap berjalan lancar dan portal tersebut langsung dibawa oleh Satpol PP ke dalam mobil untuk dijadikan sebagai barang bukti pemerintah., pungkasnya

Dalam waktu yang sama salah seorang dari kelompok tani yang tak disebut namanya, bahwa sangat menyangkan dari aparat kepolisian dan TNI tidak bisa berbuat apa-apa alias diam saja, seolah-olah mereka dibawah tekanan Plt Satpol PP Gurning. Masak aparat kepolisian bisa ditekan dan diperintahkan untuk membongkar portal yang telah kami pasang, dimana yang katanya polri itu ingin melindungi dan mengayomi masyarakat, artinya saat sekarang ini polri tidak netral alias berpihak pada pemko Pekanbaru, ucapnya.

Meskipun portal sudah dibongkar dan dibawa oleh Satpol PP ke kantor Walikota, kami dari kelompok tani melalui pengacara Hendra Marpaung dan Pandapotan Marpaung, SH., akan buat laporan ke Polda Riau secepatnya.

“Selama ini warga sudah cukup sabar dengan perjanjian yang dibuat oleh pemko pekanbaru itu sendiri kepada kami kelompok tani tenayan indah dan hasil perjanjian itu sampai saat ini tidak ada titik temu alias munafik untuk duduk bersama sambil memperlihatkan surat kepemilikan tanah.” ujarnya.

Hendra Marpaung dan Pandapotan Marpaung selaku pengacara, dimana tim yustisi pengacara (Syam) akan mengundang utusan Kelompok Tani Tenayan Indah atau kami selaku pengacaranya duduk bersama menyelesaikan permasalahan lahan ini paling lambat pada hari Jum’at, 25 September 2020., tutup advokat Hendra Marpaung, SH. (Addinal Khairi )

0Shares
__Posted on
September 22, 2020
__Categories
News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *