“Tanah Tempat Kebajikan”

Jikalau engkau membuka halaman sajak ini

Engkau tentu takkan lupa

Betapa darah daeng telah pernah melekat di telingamu

Membisikkan tanya “apa kareba?” dengan oktav yang tidaklah rendah

Jikalau semakin engkau membaca
Tentu dapatlah diingat

Betapa kokok anak-anak ayam jantan telah pernah menggeledah tawa dan kelucu-lucuan

Tentang segala canda dan calla yang pernah engkau jumpai
pada mereka

Jikalau sudi engkau kembali

Datanglah besama layar pinisi yang dihempas anging mammiri

Membawa aksara lontara yang beraroma sampah

“Sund*l*..”
*
“T*l*so..”

“K*’bul*mm*..”

Jikalau engkau tak lagi dapat menyentuh segala hal tentang tanah ini

Maka tariklah badik dari sarungnya

Lalu tancap pada jantung hingga darah bukan lagi mengalir di tubuh

Sebab lupa pada kebajikan adalah kejahatan terkeji bagi diri sendiri

Siri’ na pacce

==Fahry Samudera==

loading...
Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *