Puisi

  • Rumah
    Posted in: Sastra

    Aku tahu engkau kini terlelap dalam rumahmu yang dulu. Rumah yang kubangun untukmu belum lagi tegak seperti bayangmu kala itu. Dinding-dinding cahaya, atap pelangi dan bayi-bayi suci berwangi bunga, … seperti yang engkau bisik lirih di mataku. Kini aku paham, rumah cahaya itu bangunan cinta dan rindu. Di jantungku…. (RUMAH, Arungata, 2016)

  • Cinta yang Menyatu
    Posted in: Sastra

    Andai kau tahu rasaku, aku ingin jatuh cinta saja. Pun kau tak perlu paham rasa itu. Bagai dawaidawai terpetik indah saat sudut matamu menusuk jantungku. Aku merindu, aku bahagia. Tak ingin ku bersatu denganmu. Karena kutahu, waktu hanya menjelaskan luka yang tak berakhir. Karena kutahu cinta yang menyatu hanya milik-NYA. (Arungata, 2016)

  • Nyamuk Berdasi di Atas Kepalaku
    Posted in: Sastra

    Lengkingnya sedikit menggombal amarah Cobalah berlalu-lalang dengan permisi Lalu terbanglah setingginya – tanpa bunyi Seketika kau bisu Beku Engkau nyatanya, Mencuri hidupku – atas aroma darahku (Plaaak) Syukur tak ku eksekusi mati kau — FahrySamudera —

  • “Tanah Tempat Kebajikan”
    Posted in: Sastra

    Jikalau engkau membuka halaman sajak ini Engkau tentu takkan lupa Betapa darah daeng telah pernah melekat di telingamu Membisikkan tanya “apa kareba?” dengan oktav yang tidaklah rendah Jikalau semakin engkau membaca Tentu dapatlah diingat Betapa kokok anak-anak ayam jantan telah pernah menggeledah tawa dan kelucu-lucuan Tentang segala canda dan calla yang pernah engkau jumpai pada […]

  • Untuk Laut
    Posted in: Sastra

    Kepada karang dan rumput laut adakah suara di sinar flamboyan dakam buritan perahu melintas di kepalamu sedikit harapan itu di letakkan untukmu Izinkan aku duduk di tepimu Berpuisi dalam rima-rima tentang rindu sejauh hamparan luasmu walau ujungnya ada disebelah pulau itu Untuk laut Jika Aku berenang disegarmu dangkal jurang adalah ruangmu Tenggelamkan aku dalam rindu […]

  • Tempat Pulang
    Posted in: Sastra

    Suatu saat jika tiada malam menyapa Ku titip mimpiku yang belum ke dalam sajak-sajakku Riwayatkan kalamnya hadirku dari-hingga aku beku dalam ingatan Diantara kamu yang peluh tentangku di sudut matamu Percayalah, itu tak menyantun kristal ‘tuk bekalku pulang Ketahuilah, Tanah Adam tempat ku bentangkannya nama-namamu Kepulanganku yang aku rindukan Dan menunggu-nunggu kedatanganmu Bincangkan sajakku dahulu, […]

  • Mesin Jahit Ibuku
    Posted in: Sastra

    Diulurnya jutaan jarak mentari dengan koyah jemarinya Menenggelamkan kabut ke dalam lubang rindunya Dan ditusuknya degub jantung luka masa lalu Sebab mesti keji untuk itu Ibuku, Ia jahit dunia Kepada diri, jiwa serta anak-anaknya Disulamnya hidup mereka, Semesta, Cinta, Dengan sedu sedan nafasnya Mesin jahit ibuku Olehnya, Ayahanda ada bangkit dari nisannya – Fahry Samudera […]