Petani Padi di Konawe Selatan Gunakan Teknologi IPAT-BO

HALAMAN KENDARI – Ketua kelompok tani Maju Jaya, Warji (66 ) bersama anggotanya di Desa Lambusa, Kecamatan Konda, Kabupten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara melakukan tanam padi perdana menggunakan Teknologi IPAT-BO yang hemat air, Sabtu, (24/02/2018).

Tanam padi dilakukan disawah yang sudah tiga tahun tidak diolah dengan kendala pengairan yang tidak maksimal.

“Saya lakukan ini saat menghadiri panen perdana penerapan teknologi IPAT-BO di Kampus Unilaki Unaha, 30 Desember 2017 lalu. Saya melihat sendiri pertumbuhan mengagumkan dan hasil mencapai 7,8 Ton/ha, biasanya kami tanam hasilnya cuma 3 ton per ha dengan cara tradisional,” ujarnya.

Kata Warji, cara baru inilah memotivasi dirinya sebagai petani untuk mencoba Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali -Berbasis Organik (IPAT-BO) dengan Paket Pupuk Amazing Bio Growth (ABG).

“Untuk menerapkan teknologi ini, kami di Kelompok Maju Jaya bertekat melakukan perbaikan,” paparnya.

“Kelompok kami memiliki hamparan sawah 40 hektar. Namun, kendala yang kami hadapi selama ini adalah masalah pengairan yang hanya mengandalkan tadah hujan dan kompanisasi. Tidak didukung irigasi teknis, sehingga sawah ini sudah 3 tahun tidak di garap karena keterbatasan dana,” tambahnya.

“Kami berharap adanya perhatian pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk mengatasi masalah pengairan,” harapnya. (YN)

loading...
Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *