Persib Bandung Harus Matikan Comvalius

BANDUNG, HALAMANINDONESIA.com – BANDUNG – Sudah rakus poin, Bali United juga sangat rakus gol. Sylvano Dominique Comvalius jadi senjata utama. Ia cetak 26 gol dari 24 laga. Persib Bandung harus mematikannya. Itu sukses, baru mereka bisa menghunus Serdadu Tridatu.

Di awal Go-Jek Traveloka Liga 1 2017, Bali United berjalan perlahan bersama Hans Peter Schaller. Aksi Irfan Bachdim dkk tak menggigit. Schaller diganti, Eko Purjianto kawal skuat di 2 laga sebagai caretaker. Begitu Widodo Cahyono Putro merapat, Serdadu Tridatu melesat hebat.

Paling femonemal saat Bali United merangkai 4 kemenangan beruntun dengan skor besar. Setelah takluk 1-3 pada pekan 18 di markas Persipura Jayapura, memulai gebrakan mautnya dengan menggilas Madura United 5-2 di kandang. Lalu, tuan rumah Semen Padang FC ditikam 3-1.

Pada 2 laga berikutnya, giliran Mitra Kukar dan Persela Lamongan digulung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Comvalius menggila, Bali United benamkan Mitra Kukar 6-1 dan Persela 5-1. Hattrick saat gilas Madura United, Comvalius borong 5 gol ke gawang Naga Mekes.

Selalu merumput di 24 laga Bali United, Comvalius berperan sebagai destroyer. Kemas 26 gol, ia kini bertengger di puncak klasemen top skor. Ia berjarak 10 gol dari Marclei Santos, bomber Mitra Kukar. Hebatnya, ia tak sendirian. Ia didampingi 4 pilar lain yang juga subur gol.

Ada Irfan dan Marcos Abel Flores Benard yang sama-sama gelontorkan 6 gol. Juga ada Nick van der Velden yang alirkan 5 gol dan gelandang bertahan Fadil Saudu dengan koleksi 3 gol. Bersama mereka, Comvalius lambungkan Bali United ke deret 2 besar papan atas klasemen.

Raup 48 poin dari 24 laga, Bali United terus pepet Bhayangkara FC yang kuasai takhta. Tapi, ditopang produktivitas Comvalius dkk, mereka punya keunggulan yang sulit ditandingi kontestan lain. Mereka surplus 27 gol (54-27). Bhayangkara FC surplus 16 gol (44-28) dari 25 laga.

Comvalius jadi momok bagi setiap lawan Bali United, termasuk Persib. Ladeni Widodo dan skuatnya pada pekan 25, Kamis (21/9) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Emral Abus harus temukan cara agar Atep Rizal dkk bisa bikin Comvalius mati angin. Ia lolos, Persib rawan bablas.

Memang, sejak hijrah dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan balik bermarkas di Stadion Si Jalak Harupat, Persib lebih stabil. Setelah kalah 1-2 di markas Perseru Serui, mereka tak tegap di 6 laga berikutnya. Mereka 3 kali menang, 3 kali imbang. Tapi, itu progres itu bisa tak berlaku.

Di Soreang, Persib boleh hantam Persegres Gresik United 6-0. Raphael Maitimo boleh hatrrick di laga itu. Mereka pun boleh pecundangi tuan rumah Sriwijaya FC 4-1. Di hadapan Comvalius yang selalu lapar gol, semua itu belum cukup. Apalagi, Persib dihantui trauma 2 kekalahan dari Bali United.

Dijamu Bali United pada putaran I, Persib takluk 0-1. Jumpa di Torabika Soccer Championship (TSC) A 2017, mereka pun keok 0-1 di Gianyar. Total, dari 12 duel kontra Bali United, mereka 6 kali terjungkal. Lebih sulit karena ada Comvalius, mereka butuh jurus khusus buat gantian menghunus.

loading...
Tagged with:     , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *