Kemenristekdikti Susun Strategi Penguatan Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah

HALAMAN JAKARTA – Kemenristekdikti menyelenggarakan Sosialisasi Program Model Pengembangan Klaster Inovasi, 26 Maret 2018 di Hotel Sultan, Jakarta.

Sosialisasi ini membahas Strategi Kebijakan Penguatan Inovasi dan Program Pengembangan Klaster Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD).

Kegiatan ini dihadiri 30 provinsi se-Indonesia dari unsur sekretaris daerah provinsi, Balitbangda, perguruan tinggi dan dunia usaha atau industri.

Hadir sebagai narasumber yakni Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe; Kepala BPP Industri Kemenprin, Ngakan Timur Antara; Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta; Deputi Menteri Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko.

Sosialisasi Program Klaster Inovasi juga menghadirkan pemateri: Kristianto Santosa yang membahas inovasi produk unggulan daerah, Bahran Andang membahas model pengembangan klaster inovasi dan Wisman Indra Angkasa mengulas soal Overview Penyusunan Proposal Klaster Inovasi.

Menristekdikti, Mohamad Nasir membuka hadir membuka sosialisasi tersebut mengatakan, ke depan, semua tidak bisa lagi terus-menerus bergantung kepada keunggulan komparatif (comparative advantage) yang mengeksploitasi habis sumber daya alam (natural resources) dan tersedianya tenaga kerja murah, karena pada fase tertentu spill over effect dari kekayaan alam tersebut akan terkuras habis.

“Kini upaya kita menapak ke jenjang keunggulan kompetitif (competitive advantage) sebagai solusi dalam mengatasi kesenjangan, keadilan dan kemakmuran rakyat dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM melalui pembangunan sistem pendidikan menengah, vokasi dan tersier untuk menghasilkan tenaga terampil dan profesional,” ujarnya.

Untuk itu, Lanjut Nasir, strategi kebijakan pembangunan yang semula menumpuk di perkotaan diarahkan lebih banyak kepada pembangunan dari pinggiran (daerah/desa).

Pemerintah menyadari, tambah Nasir, berupaya mengatasi tantangan dan hambatan kesenjangan pembangunan ke arah pemerataan dan keadilan maka daerah harus diberdayakan melalui berbagai program prioritas, sebagaimana terangkum dalam Nawacita ke-3 yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Dirjen Penguatan Inovasi, Jumaian Appe mengatakan, model pengembangan klaster inovasi berbasis PUD ini adalah upaya mendorong kolaborasi dan sinergi peran serta fungsi para aktor inovasi di daerah yang dikenal sebagai ABGC, dalam upaya mengembangkan potensi lokal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan Model Klaster Inovasi dilakukan melalui peningkatan peran perguruan tinggi sebagai salah satu elemen penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang mampu menciptakan invensi dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal.

Perguruan tinggi dapat menjadi pusat unggulan yang menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di daerah tempat perguruan tinggi tersebut berada. Perguruan Tinggi harus menjadi agent of region economic development.

Peran pemerintah (government) yang optimal dalam merangsang pertumbuhan investasi bisnis, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif, dan dunia usaha/industri yang mampu menciptakan iklim bisnis yang sehat sesuai etika bisnis, sedangkan komunitas (communities) sebagai pihak pemakai barang dan jasa atau output ekonomi lebih menyadari pentingnya memakai produk dalam negeri.

Dalam keterangannya, Direktur Sistem Inovasi Ophirtus Sumule menjelaskan bahwa, “Model Pengembangan Klaster Inovasi Berbasis PUD yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti ini lebih sistemik dan holistik dengan mensinergikan peran dan fungsi perguruan tinggi, industri/dunia usaha, pemerintah, dan komunitas (ABGC) sebagai aktor penggerak inovasi di daerah.

“Pendekatan Model Pengembangan Klaster Inovasi tidak sekadar sebagai konsep tetapi juga sebagai platform nasional dalam konteks pembangunan ekonomi daerah berbasis pengetahuan dengan memanfaatkan potensi produk unggulan daerah dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian daerah”, ujar Kamsol, Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi. (YN)

loading...

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *