ISLA Unhas Sampaikan Tiga Masalah Kelautan dan Rekomendasi Kepada Ketua DPR

JAKARTA, HALAMANINDONESIA.com – Pengurus Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-Unhas) melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bambang Soesatyo, di Ruang Pimpinan DPR RI, Kamis (8/2/2018).

Dalam audensi ini, Ketua ISLA Unhas, Darwis Ismail menyampaikan, tiga isu utama permasalahan pesisir, laut dan pulau-pulau kecil di Indonesia serta rekomendasi untuk menanganinya.

“Permasalahan pertama yakni tiga tahun terakhir, implementasi pengelolaan ruang laut belum efektif. Dimana fakta lapangan ribuan nelayan antar provinsi masih berperkara dengan Pemerintah Daerah dan penegak hukum. Ini menimbulkan kerugian ekonomi dan disharmoni sosial,” jelasnya,

Kedua, lanjut Darwis, kebijakan pembangunan kelautan nasional belum berdampak pada perbaikan kualitas hidup masyarakat pesisir dan pulau-pulau.

Dimana fakta lapangan berbagai infrastruktur dasar seperti kesehatan, pendidikan, air bersih dan komunikasi yang belum memadai, kemiskinan, degradasi lingkungan, produksi serta volume ekspor komuditi laut masih rendah.

“Terjadinya ragam konflik kepentingan seperti nelayan cantrang vs nelayan tradisional, pengusaha besar vs nelayan kecil, resort vs warga pesisir, reklamasi versus nelayan tradisional, lokal vs asing,” tegas mahasiswa Kelautan Unhas angkatan 1992 ini.

Isu terakhir, yakni daya serap dan penempatan lulusan Ilmu Kelautan dari perguruan tinggi belum optimal terutama di organisasi pemerintah.
Fakta lapangan saat ini tersedia sekurangnya 15.000 alumni Ilmu Kelautan se-Indonesia yang kompeten, namun beberapa di antaranya belum terserap di dunia kerja karena terbatasnya lembaga pengabdian.

Sementara delegasi ISLA Unhas lainnya Andi Jaya menyampaikan, meminta DPR RI untuk memprioritaskan legislasi, pengawasan, dan penganggaran di sektor kelautan.

Sementara, Bambang Soesatyo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ISLA Unhas yang telah memberikan kepada DPR RI. Ia pun berjanji akan menindaklanjuti isu serta rekomendasi yang diajukan alumni kelautan dari kampus merah ini.

“Saat ini kami di DPR tengah melakukan kajian efektivitas Undang-undang yang telah dibuat untuk mencegah hal-hal yang kontra produktif dengan perkembangan kelautan kedepan. Tentunya, masukan ISLA Unhas ini akan menjadi pertimbangan bagi kami,” jelas Bambang.

Dalam kesempatan ini, ISLA Unhas turut memberikan cinderamata berupa buku ‘Dinamika Kelautan Nasional’ karya alumni kelautan Unhas kepada Bambang Soesatyo.

loading...
Tagged with:     , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *