Hidupkan Lingkungan, Hidup Indonesia!

Melestarikan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup adalah sangat terpenting dalam merawat keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menjaga dan melestarikan lingkungan hidup diselaraskan dengan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, dilakukan secara sadar dan terencana untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup putra-putri bangsa Indonesia berikutnya.

Mau mereklamasi pantai, hati-hati bahaya sangsi, melakukan ekploitasi tapi ingat merehabilitasi, tanpa korupsi, tak mengenal “wani piroo? bissa diatur…”. Manusia dengan kecerdasan intelektual dan kekayaannya menebang pohon sebagai sumber oksigen dan mencemari perairan sebagai sumber energi kehidupan, disaat semuanya telah habis, ibu pertiwi akan menangis dan berbisik “uang tidak bisa dimakan dan diminum nak”. Sudah saatnyalah manusia bisa mengandalkan kecerdasannya untuk memikirkan bagaimana agar kita bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada tanpa harus mengorbankan kelangsungan lingkungan hidup.

Hutan, gunung, sawah dan lautan adalah simpanan kekayaan yang Tuhan berikan sebagai warisan tak ternilai untuk bangsa ini. “tanah, air dan sumberdaya alam adalah milik negara dan dikelola oleh pemerintah untuk digunakan bagi sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat” UUD ’45 pasal 33. Sudah sepatutnyalah para pemegang kekuasaan di negeri ini memanjakan rakyatnya dengan memanfaatkan limpahan kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki namun tetap memangang teguh aspek estetika lingkungan.

Kita yang hidup di indonesia sangatlah bersyukur karena alam Indonesia sangat-sangat mampu memanjakan rakyatnya dengan berbagai jenis bahan makanan pokok seperti padi, jagung, sagu, ketela, juga aneka ragam sayuran dan buah-buahan. Luasan negeri Indonesia sangat memberi dukungan terhadap berkembangnya ternak dan hewan peliharaan untuk kepentingan konsumsi manusia. Laut Indonesia yang luas menyediakan ikan dan sumber daya laut secara berlimpah dan Alam Indonesia pun memberi banyak ragam ikan air tawar yang bahkan tanpa perlu dipelihara.

Pemanfaatan sumberdaya alam tidak lagi terfokus ke pemanfaatan enrgi fosil yang tidak ternaharukan. Sebab pembakaran energi fosil akan membebaskan karbondioksida (CO2) dan beberapa gas yang merugikan lainnya ke atmosfir dan mengakibatkan terbentuknya efek rumah kaca (treibhouse effect), yang memberi kontribusi pada peningkatan suhu bumi. Sebagai contoh dalam produksi listrik konvensional dari sumber energi fosil, sebagaian besar memberi kontribusi kepada polusi udara.

Dimana tiap KWH energi listrik yang diproduksi dari energi terbaharukan dapat menghindarkan pembebasan 974 gr CO2 , 962 mg SO2 dan 700 mg NOx ke udara, daripada jika diproduksi dari energi fosil. Bisa dihitung, jika pada tahun 1990 yang lalu, 85 persen dari produksi energi listrik di Indonesia (sekitar 43.200 GWh) dihasilkan oleh energi fosil, berarti terjadi pembebasan 42 juta ton CO2 , 41,5 ribu ton SO2 , serta 30 ribu ton Nox.

SO2 mengganggu proses fotosintesis pada pohon, karena merusak zat hijau daun serta menjadi penyebab terjadinya hujan asam bersama-sama dengan Nox. Sedangkan Nox sendiri secara umum dapat menumbuhkan sel-sel beracun dalam tubuh mahluk hidup, serta meningkatkan derajat keasaman tanah dan air jika bereaksi dengan SO2.  

Kita mesti memandang lingkungan hidup atau bumi ini adalah sahabat kita, bahkan sebagai ibu yang menghidupi kita. Sebgaimana seorang anak harus sayang, hormat, dan akrab dengan ibunya, sama halnya dengan kita akrab dan sayang dengan lingkungan hidup dan bumi kita. Tuhan menciptakan dan menitipkannya, semuanya boleh kita “makan” kecuali satu, jangan “makan semuanya sampai habis”. Kita juga harus memilih “hidup kita di perut bumi atau bumi di perut kita”. Hal tersebut dapat membuat bumi bertahan lebih lama.

Jadikanlah lingkungan hidup sebagai arus utama pembangunan berkelanjutan. Mengelola lingkungan hidup tanpa merusak akan berbuah kemakmuran, melimpahkan berkah dari langit dan bumi, dari hari kehari dan dari generasi kegenerasi, bagi bangsa yang merubah potensi sumberdaya alamnya menjadi prestasi.

“Dengan populasi hampir 7 milyar manusia yang hidup di bumi saat ini, serta laju pola konsumsi dan prosuksi seperti saat ini, manusia harus memiliki “dua” planet bumi yang dapat ditinggali agar dapat menunjang kehidupan umat manusia dimasa depan” (Prof. Emil Salim)

Hidupkan Lingkungan, Hidup Indonesia!
Salam Lestari..
Penulis – Haryanto Kadir
Alumni Mahasiswa Pascasarjana Unhas

loading...
Tagged with:     , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *