“Getaran Langkah Soekarno Muda”

Oleh: Muhammad Arham Basmin

HALAMANSULSEL.COM – Alhamdulillah.. Agustus 2016 ini agenda untuk mengunjungi kota Blitar jawa timur, kota masa muda Bung Karno akhirnya dapat terwujud. Agenda ini memang telah saya niatkan sejak beberapa waktu lalu, tepatnya sejak hijrah dari Partai Golkar ke PDI Perjuangan.

Merupakan sebuah keinginan kuat dari bathin untuk dapat merasakan langsung vibe (Getaran) sejarah perjalanan hidup seorang tokoh besar seperti Bung Karno. saya percaya ada banyak hikmah yang dapat diperoleh dari kota ini.

Dalam kesempatan kunjungan saya di blitar kali ini, saya memulai kunjungan ke Istana Gebang, yang merupakan rumah orang tua Bung Karno sekaligus tempat Bung Karno tumbuh menjadi seorang remaja yang cerdas. Ada banyak sekali peninggalan Bung Karno di Istana yang berukuran sekitar 1.5 Hektar ini yang kesemuanya masih dalam kondisi terawat baik.

Tampak dari depan, bangunannya yang berarsitektur tempo dulu berdiri kokoh dengan pelataran yang cukup lapang terbuka, segera saja membuat saya dapat merasakan suatu kebesaran masa lalu.

Selanjutnya melintasi ruang tamu, kamar tidur Bung Karno saat remaja dan juga kamar tidur setelah beliau menjadi
Presiden Republik Indonesia yang pertama, hingga sampai ke meja makan dan dapur, terasa seperti berjalan dirumah sendiri.

Tidak ada perasaan canggung. mungkin kesederhanaan perabot jaman dulu yang bernilai tinggi dan masih terawat baik di Istana ini menarik kecintaan hati saya untuk melebur menyatu dengan keseluruhan ruangan, dan dengan demikian berkesempatan duduk di meja kerja Bung Karno, tempat beliau merumuskan gagasan-gagasan besarnya, tentu tidak terlewatkan oleh saya..

Sehabis dari Istana Gebang, selanjutnya saya dan anita istri saya menuju ke makam Bung Karno yang memang jaraknya tidak begitu jauh. Ada banyak Tukang Becak yang bersedia untuk mengantar kesana. Dalam perjalanan diatas becak, abang tukang becak bercerita bahwa pasti Makam Bung Karno penuh sesak dengan para peziarah dari seluruh penjuru nusantara seperti biasanya.

Tiba di makam Bung Karno tercetus firasat saya bahwa merasa dimudahkan. Selain disambut langsung oleh juru kunci makam Bung Karno, meski suasana area pemakaman sangat ramai akan tetapi saya dan istri seperti sudah disediakan tempat dengan situasi yang kosong di makam Bung Karno. Sehingga saya dan istri dapat berdoa dengan khusuk.

Overall, kunjungan ke rumah masa kecil dan makam Bung Karno kali ini banyak memberi pengalaman bathin buat saya. kekaguman dan motivasi yang timbul dari banyak membaca buku-buku sejarah hidupnya di masa-masa perjuangan dahulu jadi terasa komplit dengan ziarah ini. Alhamdulillah Ya Allah.

JAS MERAH Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah, Karena Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya. Blitar Jawa Timur (19 Agustus 2016)

loading...

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *