“Catatan dari Rumah Si Pitung”

Oleh: Muhammad Arham Basmin

HALAMANSULSEL.COM – Kemerdekaan adalah dimensi dimana daya aktualisasi intelektual manusia dan harapan yang melatar belakanginya menjalin siklus tumbuh dan berkembang secara natural dalam jagad kausalitas semesta. Berat yah? Heheh

Sederhananya begini, kemerdekaan sejatinya memang harus hadir karena dibutuhkan dan memang menjadi hak dasar setiap manusia. Selanjutnya, seiring perkembangan zaman, kompleksitas kehidupan manusia menuntut penerapan berbagai aturan-aturan yang dengannya “dimensi kemerdekaan” itu tetap kondusif untuk diarungi manusia bersama-sama.

Dewasa ini khususnya di Indonesia, secara umum dikenal ada tiga institusi yang menjadi rujukan aturan dalam hidup bermasyarakat, yaitu negara sebagai institusi resmi, agama dan adat sebagai institusi tidak resmi tapi memiliki peran yang sangat penting dan strategis di wilayah-wilayah yang tak terjangkau oleh aturan-aturan negara yang memang terbatas.

Pada tahun 2016 ini, Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan yang ke 71. Ini adalah rentang waktu masa kemerdekaan yang telah cukup panjang dilalui oleh rakyat Indonesia namun sepertinya masih membutuhkan waktu yang lebih lagi untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dalam keberagaman bernegara.

Ini terjadi karena banyak dari kita yang hanya ingin memerdekakan diri kita sendiri, memerdekakan kelompok kita sendiri, memerdekakan pikiran kita sendiri, memerdekakan keyakinan kita sendiri, tapi tidak mampu melihat orang lain merasakan kemerdekaan yang sama.

Bangsa ini akan benar-benar merdeka ketika kita mampu memahami bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah jatidiri kita sebagai putra dan putri INDONESIA.

Dirgahayu Indonesiaku Tercinta. *Rumah Pitung Marunda (Jakarta 16 Agustus 2016)

13932833_1366992969982373_3645352731549174553_n

loading...

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *