Anda Harus Tahu, 4 Tempat Keren ini Ada di Desa Lembanna Kabupaten Bulukumba

BULUKUMBA, HALAMANINDONESIA.COM – Soal destinasi wisata, Kabupaten Bulukumba tak ada habisnya. Tanjung Bira, Tebing Apparalang, Pantai Bara, Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Pembuatan Kapal Pinisi, Pantai Marumasa, Kasuso, dan Pantai Mandala Ria sudah tak asing lagi ditelinga traveller.

Destinasi diatas memang sudah ramai dikunjungi baik turis lokal maupun dari luar negeri. Bahkan khusus di Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari saja memiliki tempat-tempat keren untuk dikunjungi pelancong.

Berikut halamansulsel.com merangkum 4 tempat keren yang ada di di Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.

1. Pantai Mandala Ria

Pajokka #mandalariabeach #bulukumba

A post shared by Salamander MAPALASTA (@trihardimanmarja) on

Pantai Mandala Ria terletak di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari atau tepatnya 11 Km dari Pantai Tanjung Bira dan 34 Km dari kota Bulukumba. Pantai Mandala Ria masih satu gugusan dengan Apparalang.

Dinamakan Mandala Ria karena di tempat inilah Panglima Mandala memesan 24 kapal pendarat dalam rangka pembebasan Irian Jaya dari kolonial Belanda

Di pantai ini, mata akan dimanjakan dengan pasir putih yang eksotis dan deretan pohon kelapa. Pantai yang masih baru dibuka untuk wisatawan ini memang belum terlalu banyak yang tahu.

Walau masih belum terlalu terkenal, namun Pantai Mandala Ria telah menjadi salah satu destinasi wisatawan, khususnya mereka yang suka traveling dan backpaker. Walau masih sepih, namun beberapa fasilitas seperti penginapan sudah tersedia.

Re-fresh done ✔ #mandalariabeach #beach #ayunanpantai

A post shared by Atika Pertiwi. Ar (@pertiwiatika) on

Di tempat ini pula banyak wisatawan melewatkan waktunya untuk berenang karena air lautnya yang jernih dan lautnya yang landai. Anda juga dapat menikmati kelapa muda sambil menikmati pemandangan laut.

Disini juga terdapat aliran air tawar saat terjadi surut yang lansung mengarah ke laut, yang menakjubkan air nya tidak payau. Di ujung utara pantai kita juga dapat menemukan kepiting raksasa yang tinggal di bebatuan ( Besarnya hingga 50 cm)

Selain pantainya yang berpasir putih, terdapat pula tempat-tempat menarik di sekitar Pantai Mandala Ria untuk dikunjungi. Seperti pembuatan kapal tradsional pinisi dan Gua Passohara yang di dalamnya terdapat sumber mata air tawar.

2. Gua Passohara

Berkunjung ke objek wisata Pantai Mandala Ria jangan sekadar menikmati pasir putih yang lembut dan tempat pembuatan perahu pinisi. Nikmati pula keberadaan danau yang berada di bawah tanah.

Letaknya hanya sekira seratus meter dari bibir pantai. Danau bisa diakses dengan memasuki rongga bawah tanah berbentuk gua yang kokoh. Bentuknya sangat mengagumkan, lantaran panjangnya tidak kurang dari seratus meter.

Pengunjung berjiwa petualang merasa belum lengkap bila belum mampir di tempat ini. Memang, cukup terjal untuk mencapai rongga dan masuk ke aliran danau.

https://www.instagram.com/p/3-ylHouG2U/?tagged=passoharacave

Konon katanya sumber mata air ini berusia ribuan tahun, yang di peruntukan bagi masyarakat sekitar. Untuk menuju ke sumber mata airnya, kita harus menuruni bebatuan licin sedalam kurang lebih 30 meter. Karena celah nya yang sempit makanya sinar matahari kurang dapat masuk ke dalam goa ini. Sebaiknya anda membawa senter untuk bisa menuju ke bawah.

Konon katanya, aliran air dari Goa Passohara tembus sampai dengan Pantai Mandala Ria, yang berjarak kira – kira 2 km dari Goa Passohara. Jadi apabila air di Pantai Mandala Ria surut, maka air di kolam Goa Passohara pun ikut surut. Begitu pula pada saat air di Pantai Mandala Ria pasang, maka air di kolam Goa Passohara pun ikut pasang.

3. Leang Passea

https://www.instagram.com/p/BIUf3GZjcM-/

Tak jauh dari Goa Passohara, terdapat situs purbakala berupa makam kuno Leang atau Gua Passea. Leang Passea adalah sebuah salah satu situs pekuburan kuno di Sulawesi. Di dalamnya, peti-peti mati yang dahulu tergantung di dinding gua, kini berserakan tak karuan bercampur tulang-belulang dan pecahan keramik kuno.

Situs yang erat kaitannya dengan sejarah panjang orang Ara ini, kini terabaikan dan tak terurus lagi. Tak ada lagi petugas kepurbakalaan ataupun penjaga Leang Passea.

Leang Passea termasuk gua vertikal, dengan mulut gua tepat berada di permukaan tanah. Memiliki karakterisitik gua pantai yang sangat jarang ditemukan, perut Gua Passea juga menyimpan misteri kebudayaan orang-orang Ara di masa lalu. Hal ini dibuktikan jejeran peti-peti mati serta tulang-belulang yang bercampur-baur dengan pecahan keramik kuno di lantai gua.

Yang menariknya, tutup peti mayat yang berbentuk perahu dengan ukiran yang indah seakang melengkapi sejarah orang-orang Ara. Nama Passea sendiri berarti kepiluan, mungkin merujuk pada istana orang-orang mati.

Jangankan perhatian dari pihak terkait untuk merawat situs ini, akses menuju Leang Passea saja sudah dipenuhi semak belukar. Cerita-cerita manis yang mengatakan didalam leang tersebut kita bisa mememukan banyak barang-barang kuno seperti guci, koin dan piring tinggal cerita belaka.

Peti-peti mayat, yang konon katanya dulunya tergantung, kini sudah berserakan. Dulunya berjumlah tujuh peti namun, yang bisa ditemukan saat tinggal tiga.

4. Bakung-bakung View Sunrise

https://www.instagram.com/p/BKRiHiZgaj6/

Bakung-bakung View Sunrise, namanya. Terletak di Dusun Bakung-bakung Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari atau sekitar 3 km dari Tebing Apparalang yang lebih dulu ngehits di Instagram, Twitter maupun Facebook.

Destinasi yang murni dikembangkan oleh pemuda Desa Lembanna ini menambah daerah tujuan di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.

Sesuai dengan namanya, Bakung-bankung View Sunrise menawarkan spot terbaik untuk menikmati keindahan matahari terbit dari atas ketinggian.

Bakung-bankung View Sunrise memiliki keunggulan tersendiri. Dimana anda bisa menikmati datangnya pagi sekaligus disuguhi pemandangan hamparan rimbun pohon hijau nan asri.

Perpaduan warna orange (matahari terbit), biru (hamparan laut) dan hijau (hamparan hutan) menambah sensasi saat berada di Bakung-bankung View Sunrise. Angin segar ketinggiaan juga memberikan hal yang berbeda ketika saat menikamati matahari terbit di pantai.

Disini juga telah tersedia sebuah tempat duduk yang dibangun pemuda setempat. Desainnya sangat unik, sehingga menambah sudut pandang anda untuk mengambil gambar.

Bukan hanya pemandangan matahari terbit yang anda bisa nikmati. Tersedia juga jogging track, lapangan volly dan takraw untuk berolahraga di pagi hari maupun sore hari.

Tunggu apalagi, silahkan bekunjung kesana. Aksesnya sangat muda, langsung saja ke Desa Lembanna atau tak jauh dari Tebing Apparalang dan tanyakan warga dimana dusun Bakung-bakung. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan poros.

loading...

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *